Team Falcons Taunting RRQ Kazu di FFWS SEA 2026 Spring, Coach Adyy Tak Ambil Pusing!

Menghitung hari menuju Grand Final FFWS SEA 2026 Spring di Ho Chi Minh City, Vietnam, total 12 tim Free Fire terbaik se-Asia Tenggara (SEA) siap untuk bertarung memperebutkan hadiah trofi, uang tunai hingga tiket menuju kompetisi Free Fire Esports World Cup (EWC FF) 2026 di Paris, Prancis. Total 3 tim Indonesia pun akan bertanding di Grand Final FFWS SEA 2026 Spring di antaranya Bigetron by Vitality, RRQ Kazu, dan yang terakhir EVOS Divine. Sebuah pertarungan anyar bagi tim-tim Free Fire se-Asia Tenggara (SEA) bertarung untuk mengukuhkan siapakah tim yang layak menjadi "Raja Free Fire SEA" musim ini.
Salah satu sorotan hangat sepanjang Knockout Stage, adalah rivalitas yang terbangun antara tim Indonesia, RRQ Kazu dan tim asal Thailand, Team Falcons. Kita tahu, RRQ Kazu dan Team Falcons bersaing sengit di Knockout Phase FFWS SEA 2026 Spring di pekan ketiga beberapa waktu yang lalu. Pada akhirnya, kedua tim berhasil lolos ke Grand Final dan tampaknya baik RRQ Kazu dan Team Falcons siap untuk menunjukkan duel anyar di Ho Chi Minh, Vietnam. Seperti apa tanggapan sang pelatih, Adi "Adyy" Gustiawan mengenai rivalitas antara RRQ Kazu dan Team Falcons? Simak ulasan selengkapnya berikut ini.
Coach Adyy Angkat Bicara Soal Rivalitas RRQ Kazu dan Team Falcons di FFWS SEA 2026 Spring

Seperti yang sudah disebutkan di atas, rivalitas antara RRQ Kazu dan Team Falcons menjadi sorotan hangat sepanjang Knockout Phase FFWS SEA 2026 Spring. Seperti yang kita ketahui, dari musim-musim kompetisi sebelumnya kedua tim, RRQ Kazu dan Team Falcons selalu bersaing sengit. Bahkan, Team Falcons berhasil menjadi juara FFWS SEA 2025 Fall di Bangkok, Thailand, memupus harapan RRQ yang kala itu "hampir" mendapatkan gelar juara. Di musim ini, kedua tim kembali menunjukkan adanya persaingan yang cukup intens hingga saling melakukan taunting.
Terkait hal ini, kepada Dunia Games (DG) eksklusif, Coach Adyy selaku pelatih dari RRQ Kazu menyatakan bahwa rivalitas yang terjalin antara RRQ Kazu dan Falcons murni hanya unsur entertainment semata. Coach Adyy menegaskan meski mungkin kedua tim ada "adu taunting" namun semua hanya demi tujuan entertainment atau hiburan saja. Kedua tim pun tetap bersaing secara sehat di dalam game. "Kalau misalnya secara rivalitas, kami menganggap itu hanya di dalam game saja," ucap Coach Adyy kepada Dunia Games (DG) eksklusif. "Kalau di dalam game kami saling bertumbuk ya bertumbuk. Tapi kalau secara personal sama sekali tidak ada. Toh kami juga kalau bertemu (di luar) senyum-senyum saling bertukar jersey juga. Jadi secara personal sama Team Falcons tidak ada (masalah), mungkin itu (taunting) hanya entertainment saja," tuturnya.

Coach Adyy pun menambahkan, meski ada upaya Team Falcons untuk menggagalkan RRQ Kazu di Grand Final, ia tak ambil pusing. Menurutnya, sama halnya dengan rivalitas antara EVOS dan RRQ, ia tidak menanggapi serius. Namun, jika memang Team Falcons menyatakan ingin bersaing di Grand Final, ia menerima tantangan tersebut. "Kemarin mereka mencoba untuk menggagalkan Team RRQ, mereka lolos jadi mereka terpancing karena kemarin mereka gagal dan mereka bilang mau menunggu kami di Grand Final kami merasa bodo amat. Kami juga tidak peduli, faktanya kami tidak terlalu menganggap itu hal yang serius," ujar Adyy menambahkan.
"Itu entertainment ya entertainment, sama hal seperti kami sama EVOS. Tapi kalau mereka (Team Falcons) mau bersaing ya kami menerima," jelasnya.
Waspadai Perubahan Kekuatan Team Falcons, Coach Adyy Tetap Optimistis
Lebih jauh, Coach Adyy menyebutkan jika di balik proses yang dilalui oleh Team Falcons, ada sesuatu yang tengah mereka persiapkan untuk menjegal RRQ Kazu. Mewaspadai hal tersebut, Coach Adyy tetap optimistis dan menyatakan jika kekuatan RRQ masih berada di atas Falcons musim ini. "Penyesuaian yang mereka lakukan itu tidak terlalu kelihatan. Pasti ada sesuatu yang mereka lagi bentuk, sesuatu yang mereka lagi coba rakit untuk ke depannya yang bakal mungkin jauh lebih menyulitkan posisi RRQ yang sekarang. Kami sudah melihat apa yang mungkin bakal mereka lakukan ke depannya, apa yang bakal dieksekusi (untuk) RRQ seperti itu," kata Coach Adyy.

"Penguasaan map kami hampir sama. Falcons dan RRQ itu punya area teritori yang hampir sulit dimasuki oleh tim lawan. Coach Conan, tim-tim Thailand lebih logis, berpikir logis dan realistis kalau menurut mereka tidak bisa, mereka tidak akan lakukan karena mereka masih punya banyak cara. Begitu juga Falcons, kemungkinan mereka ingin menciptakan sesuatu hal yang besar yang kami tidak pernah tahu implementasinya. Tapi yang lebih mengerucut adalah, kombinasi roster mereka yang belum solid mengindikasikan Falcons tidak cukup kuat untuk menjaga area teritori mereka ketika bersinggungan dengan kami," pungkasnya.
Nantikan informasi menarik lainnya dari Dakopay. Untuk top-up game seperti Mobile Legends, Free Fire, dan banyak game lainnya dengan harga menarik, langsung saja di Dakopay.