Dakopay logo
Top UpCek PesananBeritaReseller
Dakopay logo
Top UpCek PesananBeritaReseller
MasukDaftar
Mobile Legends

Review Week 9 MPL ID S17: Alter Ego Gagal Playoff, TLID Deja Vu

Diposting pada 28 Juni 2026Dilihat 0 kali
Review Week 9 MPL ID S17: Alter Ego Gagal Playoff, TLID Deja Vu

Panggung megah Mobile Legends: Bang Bang Professional League Indonesia Season 17 (MPL ID S17) akhirnya resmi menutup babak Regular Season dengan penuh drama dan kejutan yang tidak terduga. Sepanjang sembilan minggu kompetisi berjalan, tensi tinggi dan perebutan poin yang begitu sengit terus menyelimuti setiap tim yang bertanding. Pekan terakhir ini menjadi penentu hidup dan mati bagi tim-tim papan tengah dan bawah yang masih memperebutkan tiket menuju babak playoff. Antusiasme para penggemar mencapai puncaknya karena hingga hari terakhir, komposisi tim yang lolos masih sangat dinamis dan sulit diprediksi.

Sebagai salah satu musim yang dinilai paling kompetitif dalam sejarah MLBB Indonesia, setiap pertandingan di pekan penutup ini menyajikan tontonan yang menguras emosi. Tidak ada lagi tim yang bisa bersantai, karena satu kekalahan kecil saja bisa berakibat fatal bagi posisi mereka di klasemen akhir. Melalui analisis mendalam dalam Review Week 9 MPL, kita dapat melihat bagaimana konsistensi menjadi barang mewah yang sangat sulit dipertahankan oleh mayoritas tim. Banyak kejutan besar terjadi, di mana tim-tim yang awalnya diunggulkan justru harus tersungkur di saat-saat paling krusial.

Drama terbesar yang menjadi sorotan utama seluruh komunitas esports tanah air adalah kegagalan tragis dari salah satu tim raksasa, Alter Ego. Tim yang diperkuat oleh deretan pemain bintang dan memiliki basis penggemar yang sangat masif ini harus menerima kenyataan pahit gagal melangkah ke babak selanjutnya. Di sisi lain, fenomena menarik ditunjukkan oleh Team Liquid ID (TLID) yang berhasil menampilkan performa impresif dan menciptakan nuansa nostalgia bagi para pendukungnya. Fenomena kebangkitan tim ini menjadi salah satu poin penting yang banyak dibahas dalam Review Week 9 MPL kali ini.

Persaingan ketat yang terjadi hingga detik-detik terakhir Regular Season ini membuktikan bahwa peta kekuatan Mobile Legends di Indonesia sudah semakin merata. Tim-tim yang dulunya dianggap sebagai papan bawah kini mampu memberikan perlawanan sengit dan bahkan menumbangkan tim-tim raksasa. Dinamika naik turunnya performa tim-tim MPL musim ini memberikan hiburan yang luar biasa bagi para penonton, sekaligus menjadi ujian berat bagi para staf pelatih untuk meramu strategi terbaik mereka under pressure.

Menariknya, atmosfer persaingan di minggu kesembilan ini benar-benar menyerupai babak gugur, di mana mentalitas juara setiap pemain benar-benar diuji di atas panggung. Beberapa tim berhasil keluar dari tekanan dan menunjukkan performa terbaik mereka, sementara yang lain justru terlihat gugup dan melakukan banyak kesalahan elementer yang berujung pada kekalahan. Semua catatan penting, statistik, serta perubahan momentum yang terjadi selama pekan penutup ini terangkum secara jelas dalam diskusi-diskusi komunitas melalui Review Week 9 MPL.

Secara keseluruhan, Regular Season MPL ID S17 telah sukses menyajikan drama kompetisi yang sangat berkualitas tinggi dan penuh dengan intrik. Bagi tim yang berhasil lolos, tantangan yang jauh lebih berat sudah menanti mereka di babak playoff yang akan datang. Sementara bagi tim yang gugur, musim ini menjadi bahan evaluasi total yang sangat berharga untuk berbenah menghadapi musim depan. Untuk melihat lebih detail mengenai performa masing-masing tim secara taktis dan naratif, mari kita bedah poin-poin menariknya di bawah ini.

Review Week 9 MPL ID S17 Breakdown Dunia Games

Review Week 9 MPL

Naratif taktis dan ulasan mendalam mengenai pekan pamungkas ini dikupas secara tuntas dalam tayangan video terbaru dari kanal Dunia Games. Melalui program Breakdown Episode 34, para analis esports memberikan sudut pandang yang tajam mengenai performa tim-tim yang bertanding serta dinamika internal yang terjadi di balik layar panggung MPL. Berikut adalah poin menarik yang berhasil dibedah secara mendalam:

Alter Ego Gagal Playoff

Kegagalan Alter Ego (AE) menembus babak playoff menjadi kejutan sekaligus kekecewaan terbesar dalam Review Week 9 MPL kali ini. Tim yang menyandang status sebagai runner-up M7 dan sangat diunggulkan di awal musim ini justru tampil antiklimaks di pekan penentu. Kekalahan beruntun dengan skor 2-1 saat berhadapan dengan Team Liquid ID dan RRQ menjadi paku terakhir yang menutup peluang mereka untuk terus melangkah di turnamen musim ini.

Faktor utama yang disorot oleh para analis adalah hilangnya sentuhan emas (loss of touch) dari para pemain Alter Ego di saat-saat krusial. Pada pertandingan melawan Liquid ID, mereka sebenarnya sempat mendominasi jalannya early game dengan draf agresif menggunakan hero seperti Fanny. Namun, ketidakmampuan mereka untuk melakukan scaling dan menutup permainan dengan cepat membuat lawan berhasil melakukan epic comeback yang meruntuhkan mental bertanding anak-anak Alter Ego.

Selain masalah eksekusi di dalam game, strategi pemilihan susunan pemain di minggu kesembilan juga menunjukkan adanya ketidakstabilan strategi jangka pendek. Perubahan komposisi tim kepelatihan yang kini dipimpin oleh Coach Xepher terlihat dari keputusan menurunkan Cyruz saat laga krusial melawan Team Liquid ID. Namun, pada pertandingan penentuan berikutnya menghadapi RRQ, posisi tersebut digantikan oleh Hijume sejak awal laga, menandakan pencarian formula yang belum matang di akhir musim.

Masalah matematis juga menjadi kendala besar bagi Alter Ego sepanjang Regular Season. Banyaknya kemenangan yang diraih dengan skor tipis 2-1 membuat mereka defisit poin net game dibandingkan tim saingan mereka. Di panggung MPL yang super ketat, kemenangan mutlak 2-0 sangat dibutuhkan untuk mengamankan posisi aman di klasemen. Akibat terlalu sering bermain hingga game ketiga, Alter Ego akhirnya harus merelakan tiket playoff mereka direbut oleh tim lain.

BTR Tim "Setting"an

Bigetron Esports (BTR) memunculkan fenomena unik yang mengundang decak kagum sekaligus tanda tanya besar dalam Review Week 9 MPL. Tim berlogo robot merah ini dijuluki sebagai tim "settingan" karena seolah-olah mampu mengatur dan memanipulasi hasil pertandingan sesuai dengan skenario yang mereka inginkan. Setelah tampil terseok-seok dan meragukan pada minggu-minggu sebelumnya, mereka mendadak tampil luar biasa gila di pekan terakhir.

Julukan tim "settingan" ini bukan tanpa alasan, sebab BTR secara mengejutkan mampu menumbangkan peringkat satu dan dua klasemen secara beruntun di minggu kesembilan. Keberhasilan mereka mengalahkan ONIC dalam dua pertemuan di musim ini menjadi bukti otentik bahwa Bigetron Esports adalah tim yang sangat berbahaya ketika mereka bermain dengan draf dan eksekusi yang serius. Mereka menunjukkan makro gameplay tingkat tinggi yang sulit diantisipasi.

Para analis di Breakdown Dunia Games melihat adanya kemungkinan bahwa tim kepelatihan BTR, Coach Theo dan Kdot, sengaja memberikan draf-draf sulit kepada para pemain pada minggu-minggu sebelumnya sebagai bentuk latihan mental dan taktis. Ketika memasuki minggu kesembilan yang menentukan, mereka akhirnya melepas draf yang nyaman dan seimbang, yang langsung dieksekusi dengan sangat sempurna oleh Nael, Emman, Shogun, Moreno, dan Fin.

Strategi unik ini dinilai berhasil membalikkan stigma bahwa BTR hanya kuat di Regular Season tetapi melempem di playoff. Dengan sengaja menurunkan performa di pertengahan musim dan meledak di akhir, BTR berhasil lolos ke playoff tanpa memikul beban ekspektasi yang terlalu berat sebagai pemuncak klasemen. Taktik cerdas ini menjadikan mereka sebagai salah satu kandidat terkuat yang wajib diwaspadai di babak playoff MPL ID S17.

Khezcute Bisa Tinggalkan RRQ

Poin mengejutkan yang mencuat dalam Review Week 9 MPL datang dari kubu RRQ. Setelah kegagalan beruntun dalam dua musim terakhir di mana RRQ tidak mampu menembus babak playoff, masa depan tim kepelatihan menjadi spekulasi panas di kalangan komunitas. Sorotan utama tertuju pada sang juru taktik, Coach Khezcute, yang memberikan sinyal kuat mengenai masa depannya bersama tim raja dari segala raja tersebut.

Dalam sebuah sesi wawancara exclusif yang diputar dalam program Breakdown Dunia Games, Khezcute secara terbuka mengungkapkan isi hatinya pasca kegagalan musim ini. Meskipun kecewa dengan hasil yang diraih, mantan pemain profesional tersebut menegaskan bahwa ambisi dan seleranya terhadap scene kompetitif Mobile Legends: Bang Bang masih sangat besar, dan dia belum memiliki rencana untuk pensiun sepenuhnya dari dunia kepelatihan.

Secara mengejutkan, Khezcute juga melontarkan pernyataan spekulatif yang mengindikasikan bahwa dirinya siap angkat kaki dari RRQ jika kontraknya tidak diperpanjang atau ada perubahan manajemen. Ia menyatakan bahwa andai dirinya harus cabut dari RRQ, dia akan sangat terbuka dan siap menerima tawaran dari tim manapun di MPL ID yang membutuhkan jasanya sebagai head coach untuk musim depan.

Pernyataan ini seolah menjadi pengumuman terbuka bagi tim-tim MPL lainnya yang sedang mencari pelatih berkualitas tinggi. Meskipun gagal membawa RRQ lolos playoff musim ini, rekam jejak Khezcute yang pernah membawa timnya menjadi runner-up di musim-musim sebelumnya tetap menjadikannya sebagai salah satu komoditi panas di bursa transfer pelatih mendatang. Sinyal hengkang ini tentu memicu perbincangan hangat di kalangan Kingdom dan penikmat esports tanah air.

Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dari Dakopay

Sumber: Dunia Games
← Kembali ke Berita
Dakopay logo

Platform topup voucher game digital terpercaya. Proses cepat, aman, dan otomatis.

support@dakopay.com
0899-4340-905
Tangerang, Indonesia 15560

Tentang Kami

  • Cara Order
  • FAQ

Legalitas

  • Syarat & Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Refund Policy

Kemitraan

  • Jadi Reseller
  • Hubungi Kami

Bantuan

  • Cek Pesanan
  • Customer Service
  • WhatsApp

© 2026 Dakopay. All rights reserved.